.
wah, akhirnya ada tempat juga untuk mempostingkan cerpenku tentang foodfest inii.Langit murung, mukanya pucat kehitaman yang sering orang sebut mendung. Gelegar petir saling menyambut di antara sisi satu dengan sisi langit yang lain. Jalan kaliurang sesak di penuhi semua kendaraan, aku di tengahnya, di atas motor butut yang ku tumpangi dengan dia.
Ku pandang wajahnya di kaca spion, murung seperti sang langit. Entah perasaan seperti apa yang ada di benakku saat ini, aku bingung. Ku pandangi sekali lagi, dia menyandarkan kepalanya di punggungku. Aku sempat memejamkan mata setengah detik, ku rasakan butiran air mata langit jatuh di pipiku. Ku lihat baliho besar bertuliskan “ mau makan apa hari ini” lantas ku tekan sent kanan, aku menyeberang jalan.
“Kemana gil?” Ucapnya lirih
“Makan”!
“Aku masih kenyang”.
“Aku udah lapar”. Sambil menoleh dan tersemyum ke arahnya.Dia tak membalas senyumnaku, dia memalingkan muka. Aku tak tahu seperti apa perasaannya. Yang ku tahu hujan sekarang sudah membesar dengan desus angin yang besar pula.
aku berhenti di tempat makan itu, sambil berlari aku dan dia masuk.
“ selamat dating, silahkan!”
Kami duduk di tengah, di sebuah meja yang membuat kami saling berhadapan. Beberapa saat kami terdiam, sampai ada seorang waitres dengan senyum lucu yang unik menyapa kami.
“iya mas, mbak. Mau makan apa hari ini” sambil mengelarakan sebuah PDA.
“Wah ini waitres.” Aku berspekulasi.
Ku anggukan kepalaku, dengan senyum tidak ikhlas ke arahnya.
“ mau makan apa?” aku menanyainya.
“aku ikut kamu”
“mas nasikebuli dua sama es the tarik”
“ ada lagi?”
“makasih”
Kami berdua teridam, tak ada suara apapun. Hanya deras hujan dan sambaran petir yang terdengar. Ku pandangi wajahnya yang kedinginan, dia menunduk dengan ,muka aneh yang yang sepertinya dia tunjukan padaku.
“ada apa sih?”
“adakamu!” jawabnya ketus
“aku boleh gak jujur sama kamu”
“kalau aku dulu, aku boleh gak?” aku tersenyum mengiyakan.
“gau tu gak suka sama lu!” aku masih tersenyum, berpura-pura tidak mendengar.
“tapi
“itu karena gua gak punya kendaraan”
“oh” aku diam, “”bangsat ni cewek” dalam hatiku mengumpat. Jlegar, petir menyambar lagi.
Beberapa menit kemudian pesananku datang, langsung ku lahap saja, tanpa basa-basi. Aku marah pada apapun bahkan pada tempat sial ini. Tapi setelah itu ada sesuatau yang membuatku sangat bahagia. Saat suapan pertama makananku masuk ke mulut. Aku merasakan sensasi yang begitu menyenangkan.
“kurang ajar”
Ku ualangi suapan ke dua, suapan ke tiga sampai butir terakhir di piring depanku. Hujan masih saja deras. Langit masih saja seperti wanita gila di depanku. “Hahaha bodo”.
Ku pandang dia (aku masih menggunakan kata pandang karena dia pernah ku taksir), dia tak menyentuh makannya di depanku. Ku tarik saja makananya, sambil berkata ketus.
“lu gak lapaer
Tak butuh waktu lama, ternyata habis juga makanan itu, sebenarnya aku memang sedang sangat marah, tapi selain itu, aku juga lapar dan makanan ini teramat sangat nikmat sekali. Hah biaralah aku tak mendapatknya, yang penting aku dapat makanan nikmat beserta tempatnya yang unik ini. Aku sekarang tak peduli lagi dengan wanita, masa bodo.
Aku berjalan menuju kasir, ku lihat kasir itu (dia belum pernah ku taksir, jadi ku gunakan kata “ku lihat”) dia sangat cantik sekali, senyum khasnya membuat tempat ini sangat indah lagi, bahkan sepertinya hanya aku dan dia saja. Aku tersenyum pula. sambil berpaling aku meringis seperti rubah menemukan mangsa.
“ hahahaha, cantik bener” ku katakana keras dalam hatiku. Sebelum sampai ke tempat duduk untuk mengambil tasku ku lirik kasir itu, dan tersenyum lagi.
“ ah, besok kesisni lagi ah”
Di depan parkiran, samping kiri ku lihat nama tempat ini. Foodfezt, semacam tempat makan. Dalam hatiku berkata”Oh, akan ku kenang. Eh mau makan apa ya esok hari. Hahahahaha. Aku bahagia”
najis dan narsis
